KIM VENUS

SELAMAT DATANG DI KIM VENUS GUBENG
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

PENGELOLAAN SAMPAH (jilid 2)


Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Kebersihan dan Pertamanan
1.   Perda No. 4 tahun 2000
Tentang     : Retribusi Pelayanan Persampahan Kebersihan
2.   Perda No. 7 Tahun 2002
Tentang     : Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau
3.   Perda No. 18 tahun 2003
Tentang     : Ijin Penebangan Pohon
4.   Perda No. 7 tahun 2004
Tentang     : Retribusi pelayanan Pemakaman, Pengabuan Jenazah 
dan Perijinan di Bidang Permakaman

Gambaran Umum Pengelolaan Sampah Kota Surabaya

1.   Pengelolaan sampah kota Surabaya secara structural tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
2.   Total timbunan sampah kota Surabaya = 8.905 m3/hari
3.   Jumlah sampah yang masuk ke TPA = 4.097,94 m3/hari, sebagian besar sampah sudah dikelola mulai dari sumbernya.
4.   Karakteristik sampah didominasi sampah organik sebesar 68,5% dan sisanya merupakan sampah anorganik seperti plastic, logam, gelas/ kaca, kertas.

Pemerintah kota Surabaya berupaya mencari solusi untuk Program Reduksi Volume Sampah yang masuk ke TPA Benowo.
Konsep dan Implementasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah solusi yang bisa diterapkan di Kota Surabaya.
Selain into Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas juga merupakan upaya Reduksi Volume Sampah TPA.
Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas mengajak partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah.





PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS
1.   Mengurangi sampah mulai dari sumbernya.
2.   Pemilahan sampah antara sampah organic dan sampah anorganik.
3.   Mengolah sampah
Sampah Organik diolah emnjadi kompos
Sampah Anorganik dijual atau didaur ulang







Rabu, 07 Maret 2012

TAMAN KOTA DI SURABAYA


Surabaya, kota sibuk dan padat penduduk, kini menghadirkan  taman-taman kota yang tampil semakin cantik. Mampu menjadi tujuan alternatif bagi warga kota untuk sekedar jalan-jalan, atau bahkan berinteraksi dengan sesama warga kota yang lain.


Taman-taman kota Surabaya semakin dipercantik dengan tanaman-tanaman beraneka macam dan dipenuhi fasilitas yang memanjakan dan memberi kenyamanan buat rekreasi warga kota. Nyaris tak ada taman kota yang dibiarkan terbengkalai. Bermacam fasilitas tersebut antara lain jogging track, taman bermain anak, air mancur, dan lampu-lampu hias.


Taman kota ini tidak saja nyaman bagi yang normal secara fisik, tapi juga bagi mereka para penyandang cacat. Tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak. Termasuk tidak hanya di siang hari, tapi juga malam hari tetap bisa dirasakan kenyamanan dan keelokannya. Cengkerama dan rekreasi keluarga warga kota makin memiliki banyak alternatif. Bahkan, sederet taman itu telah dilengkapi fasilitas Hot Spot Wi-Fi untuk rekreasi dunia maya.


Deretan nama dan lokasi taman di Surabaya:                                    
 1. Taman Mundu; Jl. Tambaksari    




 2. Taman Teratai;Jl. Kertajaya      
 3. Taman Kebun Bibit Wonorejo; di 
         Wonorejo      
 4. Taman Flores; Jl. Flores    
 5. Taman Nambangan; di Nambangan  
 6. Taman Ronggolawe; Jl. Joyoboyo    
 7. Taman Eskpresi; di Gentengkali  




 8. Taman Persahabatan; Jl dr Soetomo    


9.       Taman Flora; di Kebun Bibit Jl. Ngagel



 10. Taman Ketabang; Area joging  
         Ketabangkali  
 11. Taman Buah; Jl. Undaan    


 12. Taman Lansia; Jl. Raya Gubeng  


 13. Taman Sulawesi; Jl Sulawesi  
 14. Taman Bungkul; Jl. Raya Darmo  





 15. Taman Mayangkara; di Wonokromo  
 16. Taman Apsari; Jl. Taman Apsari  
 16. Taman Pelangi; di Bundaran Dolog  






Senin, 27 Februari 2012

URBAN FARMING


Secara geografis luas wilayah kota sangat terbatas sehingga konsep pertanian tradisional sangat sulit dilakukan di kawasan perkotaan.  Sementara itu konversi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian hampir tidak bisa dibendung sejalan dengan perkembangan kebutuhan warga kota.   Pertanian kota (urban farming) dapat dijadikan sebagai alternatif.
Tentu saja teknik budidaya yang dilakukan di perkotaan dilakukan secara intensif dengan teknologi yang memungkinkan produktivitas yang tinggi pada lahan yang sangat terbatas. Perkembangan teknik pertanian saat ini memungkinkan untuk dilakukan hal tersebut misalnya dengan teknik vertikultur, hidroponik atau teknik budidaya lannya yang bernuansan teknologi.
Manfaat yang diperoleh dari pertanian kota, selain memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga kota juga memberikan manfaat keindahan dan kebersihan lingkungan hidup di perkotaan yang banyak menggunakan bahan bakar fosil Penggabungan antara ilmu pertanian dan lansekap perkotaan akan memberikan nuansa lain terhadap pertanian yang selama ini terkesan kotor.

Pertanian kota (urban farming/agriculture) mengandung arti yaitu suatu aktivitas pertanian yang dapat berupa kegiatan bertani, beternak, perikanan, kehutanan, yang ber lokasi di dalam kota atau di pinggiran suatu kota, dengan melakukan proses Produksi (menghasilkan), pengolahan, dan menjual serta mendistribusikan berbagai macam hasil produk makanan dan non-makanan dengan menggunakan sumber daya serta bertujuan untuk menyediakan dan memenuhi konsumsi masyarakat yang tinggal di suatu kota.

Peran pertanian kota untuk keamanan dan keselamatan pangan melalui 2 cara. Pertama meningkatkan jumlah pangan yang tersedia bagi orang yang tinggal di kota, kedua tersedianya buah-buahan dan sayur mayur segar untuk konsumen-konsumen di kota. Karena itu Pertanian Kota sebagai promosi penghematan energi produksi makanan lokal. Pertanian Kota dan pinggiran kota adalah praktek-praktek ketahanan pangan.

Manfaat Urban Farming:
1. Memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan dengan pengelolaan 
    sampah, reuse dan recycle.
2. Membantu menciptakan kota yang bersih dengan pelaksanaan 3R 
    (reuse, reduce,recycle) untuk pengelolaan sampah lokal.
3. Dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan  kualitas lingkungan kota.
4. Meningkatkan estetika kota.
5. Bahan pangan lebih segar pada saat sampai ke konsumen di kota.
6. Mengurangi biaya dengan penghematan biaya transportasi dan 
    pengemasan.
7. Menjadi tambahan penghasilan bagi orang kota yang melakukan 
    urban farming.

Model-model urban farming:
1. Memanfaatkan lahan tidur dan lahan kritis.
2. Memanfaatkan ruang terbuka hijau.
3. Mengoptimalkan kebun sekitar rumah.
4. Menggunakan ruang (verticultural)




Sabtu, 25 Februari 2012

MEMBUAT TAKAKURA







PENGELOLAAN SAMPAH


Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan ,pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.

Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.
Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik
1.   Longsor tumpukan sampah
2.   Sumber penyakit
3.   Pencemaran lingkungan
4.   Menyebabkan banjir
5.   Metode penghindaran dan pengurangan

Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).

Manfaat pengelolaan sampah
1.   Penghematan sumber daya alam
2.   Penghematan energy
3.   Penghematan lahan TPA
4.   Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
5.   Mengurangi pencemaran