KIM VENUS
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 April 2012
KHASIAT BUAH MANGGIS
Indonesia kaya akan ragam buah dan sayur. Bahkan tak banyak yang tahu bahwa diantara buah dan sayur tersebut memiliki khasiat yang luar biasa dalam dunia kesehatan. Salah satunya buah Manggis.
Manggis merupakan salah satu buah asli Indonesia yang telah ada sejak dahulu. Sentra produksi manggis tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dari Aceh hingga Sulawesi. Pohon Manggis di Indonesia kebanyakan merupakan pohon liar yang tidak dibudidayakan sebagai perkebunan dan berumur hingga lebih dari seratus tahun. Kondisi ini berpengaruh pada produktifitas yang fluktuatif. Meskipun demikian,total produksi manggis relatif tinggi,yaitu rata rata 60.000 ton per tahun.
Tahukah anda, bahwa kulit Manggis kaya akan xanthones yang dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit. Berbeda pada buah-buah pada umumnya,manfaat terbesar buah manggis bagi kesehatan bukan terletak pada daging buahnya, melainkan pada kulit buahnya. Dikulit manggis (pericarp) terdapat komponen yang bersifat antioksidan. Zat ini disebut xanthones. Meskipun daging buah manggis ini mengandung vitamin C yang merupakan sumber antioksidan alami,tetapi jumlahnya sangat sedikit.
Buah manggis terdiri dari tiga bagian, sebagai berikut :
Kamis, 15 Maret 2012
POSYANDU
Posyandu adalah pusat pelayanan keluarga berencana dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS.
Bentuk kegiatan Posyandu
Beberapa kegiatan diposyandu diantaranya terdiri dari lima kegiatan Posyandu (Panca Krida Posyandu), antara lain:
1. Kesehatan Ibu dan Anak
a. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, melahirkan dan menyusui, serta bayi, anak balita dan anak prasekolah
b) Memberikan nasehat tentang makanan guna mancegah gizi buruk karena kekurangan protein dan kalori, serta bila ada pemberian makanan tambahan vitamin dan mineral
c) Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimilasinya
d) Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
2) Keluarga Berencana
a) Pelayanan keluarga berencana kepada pasangan usia subur dengan perhatian khusus kepada mereka yang dalam keadaan bahaya karena melahirkan anak berkali-kali dan golongan ibu beresiko tinggi
b) Cara-cara penggunaan pil, kondom dan sebagainya
3) Immunisasi
Imunisasi tetanus toksoid 2 kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3x, polio 3x, dan campak 1x pada bayi.
4) Peningkatan gizi
a) Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat
b) Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori cukup kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun dan kepada ibu yang menyusui
c) Memberikan kapsul vitamin A kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun
5) Penanggulangan Diare
Pelayanan Kesehatan Di Posyandu
1) Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
a) Penimbangan bulanan
b) Pemberian tambahan makanan bagi yang
berat badannya kurang
c) Imunisasi bayi 3-14 bulan
d) Pemberian oralit untuk menanggulangi diare
e) Pengobatan penyakit sebagai pertolongan
pertama
Lokasi / Letak Posyandu
Syarat lokasi/letak yang harus dipenuhi meliputi:
1) Berada di tempat yang mudah didatangi oleh
masyarakat
2) Ditentukan oleh masyarakat itu sendiri
3) Dapat merupakan lokal tersendiri
4) Bila tidak memungkinkan dapat dilaksanakan
di rumah penduduk, balai rakyat, pos RT/RW
atau pos lainnya.
GAMBAR KEGIATAN POSYANDU DI RW XIII KERTAJAYA
Selasa, 13 Maret 2012
NARKOBA; APA & PENCEGAHAN
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan/adiksi.
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.
UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 ”Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak).
Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain.
Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah:
1. Dengan mengikutsertakan keluarga.
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
2. Menekankan secara jelas kebijakan “tidak pada narkoba”.
Mengirimkan pesan yang jelas ”tidak menggunakan” membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.
3. Meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.
Tips Menghindari Narkoba:
1. Mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan
positif.
2. Menghargai diri sendiri dan meningkatkan
rasa percaya diri.
3. Berani berkata ”tidak” kepada seseorang
yang mencoba menawarkan narkoba.
4. Berhati-hati dalam memilih pergaulan.
5. Bersikap terbuka terhadap orang tua atau
anak dan keluarga.
6. Menciptakan suasana nyaman dan
kehangatan dalam keluarga.
7. Melakukan hobi sesering mungkin.
Jumat, 02 Maret 2012
POSYANDU LANSIA
Pengertian Posyandu Lansia
1. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.
2. Posyandu lansia / kelompok usia lanjut adalah merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat atau /UKBM yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut. Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia 60tahun keatas.
Tujuan Posyandu Lansia
Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :
a. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
b. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.
Sasaran Posyandu Lansia
1. Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun)
Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)
2. Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada
Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut
Masyarakat luas
Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia
Berbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem 5 meja, pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja, dengan kegiatan sebagai berikut :
- Meja I : pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan
- Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.
- Meja III : melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.
Kendala Pelaksanaan Posyandu Lansia
Beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain :
a. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu.
Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia.
b. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau
Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.
c. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu.
Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia.
c. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu.
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons
Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia
Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.
Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia adalah:
a. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.
b. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.
c. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
d. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
e. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
f. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
g. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
h. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. dan
i. Penyuluhan Kesehatan.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.
Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan, sarana dan prasarana penunjang, yaitu:
tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia.
Rabu, 29 Februari 2012
AIR SUSU IBU (ASI)...
Pemberian
ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik. Terutama pada bayi umur
kurang dari 6 bulan, selain juga bermanfaat bagi ibu. ASI mengandung semua zat
gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan
pertama kehidupannya.
Pada
umur 6 sampai 12 bula, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena
mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi,
perlu ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
Setelah
umur 1 tahun, meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi, akan
tetapi pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih member manfaat.
Komposisi
ASI ideal untuk bayi, dan dokter sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi
lambung-usus, sembelit dan alergi. Bayi ASI memiliki kekebalan lebih tinggi
terhadap penyakit, karena antibody sang ibu terhadap penyakit diteruskan kepada
bayi melalui ASI. Apaliba bayi sakit, ASI adalah makanan terbaik untuk diberikan
karena sangat mudah dicerna. Bayi akan lebih cepat sembuh. Beberapa penyakit
lebih jarang muncul pada bayi ASI, di antaranya; kolik, SIDS (kematian mendadak
pada bayi), eksim, cron’s disease dan ulcerative colitis.
Bayi
ASI lebih bisa mengahapi efek kuning. Level bilirubin dalam darah bayi banyak
berkurang seiring dengan diberikannya kolostrum dan mengatasi kekuningan,
asalkan bayi tersebut disusui sesering mungkin dan tanpa pengganti ASI.
Dengan
adanya kontak mata dan badan, pemberian ASI juga memberikan kedekatan antara
ibu dan anak. Bayi merasa aman, nyaman dan terlindungi, dan ini mempengaruhi
kemapanan emosi si anak di masa depan.
Bayi
premature lebih cepat tumbuh apabila mereka diberikan ASI perah. Komposisi ASI
akan teradaptasi sesuai dengan kebutuhan bayi dan ASI bermanfaat untuk
menaikkan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada premature.
IQ
pada bayi ASI lebih tinggi 7 – 9 point daripada IQ bayi non-ASI. Menurut
penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 ½ tahun
mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula.
ASi
bukanlah sekedar memberi makan, tapi juga mendidik anak. Sambil menyusui eluslah
si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa
aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang
tinggi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia
yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain.
MANFAAT ASI untuk IBU
MENYUSUI
1. Hisapan bayi membantu
rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa pra-kehamilan dan
mengurangi resiko perdarahan
2. Lemak di sekitar
panggul dan paha yang ditimbun pada masa kehamilan pindah ke ASI, sehingga ibu
lebih cepat langsung kembali.
3. Penelitian
menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki resiko lebih rendah terhadap
kanker rahim dan kanker payudara.
4. ASI lebih hemat waktu
karena tidak usah menyiapkan dan mensterilkan botol dot dsb.
5. ASI lebih praktis
karena ibu bisa jalan-jalan keluar rumah tanpa harus membawa banyak
perlengkapan seperti botol, kaleng susu formula, air panas dsb.
6. ASI lebih murah,
karena tidak usah selalu membeli susu kaleng dan perlengkapannya.
7. ASI selalu bebas
kuman, sementara campuran susu formula belum tentu steril.
8. Penelitian medis juga
menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya mendapat manfaat fisik dan
manfaat emosional.
9. ASI tak bakalan basi,
ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Bila gudang ASI telah
kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. Jadi,
ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memrah dan membuang
ASI-nya sebelum menyusui.
MANFAAT ASI untuk
KELUARGA
1. Tidak perlu uang
untuk menyediakan susu bayi dan perlengkapannya.
2. Bayi sehat berarti
keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan
berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit.
3. Pejarangan kelahiran
karena efek kontrasepsi dan ASI eksklusif
4. Menghemat waktu
keluarga bila bayi lebih sehat.
5. Memberikan ASI pada
bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap
tersedia.
6. Lebih praktis saat
akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas,dll.
PERBANDINGAN
KANDUNGAN ASI DENGAN SUSU SAPI
KANDUNGAN
TOTAL PROTEIN
ASI =
1,0 %
SUSU
SAPI = 3,5
%
KANDUNGAN
PROTEIN SEKETIKA
(secara
biologis sangat perlu)
ASI >
70%
SUSU
SAPI < 20%
PERBANDINGAN KANDUNGAN ASAM AMINO PADA ASI DAN SUSU SAPI
Phenylalanine and
tyrosine ASI lebih sedikit (berlebihan dapat berbahaya bagi neonatus)
Cystine Lebih banyak
pada ASI (essensial untuk pertumbuhan)
Methionine Susu sapi
lebih banyak (neonatus tidak dapat mengubahnya menjadi sistin karena enzim
belum berfungsi sempurna)
Taurine 30-40 kali lebih
banyak pada ASI (penting untuk perkembangan otak)
Kandungan ASI lainnya secara biokimia
Protein
Laktoalbumin dan laktoglobulin lebih banyak, penting untuk pertahanan tubuh dan antibody
Laktoalbumin dan laktoglobulin lebih banyak, penting untuk pertahanan tubuh dan antibody
Kasein lebih banyak,
sehingga lebih mudah dicerna tubuh
Karbohidrat
Laktosa lebih banyak, penting untuk pertumbuhan Lactobacillus bifidus, menghilangkan infeksi saluran cerna, pertumbuhan sel otak, retensi kalium, fosfor dan magnesium
Laktosa lebih banyak, penting untuk pertumbuhan Lactobacillus bifidus, menghilangkan infeksi saluran cerna, pertumbuhan sel otak, retensi kalium, fosfor dan magnesium
Lemak
Asam lemak tak jenuh lebih banyak dan mudah diserap
Asam lemak tak jenuh lebih banyak dan mudah diserap
Kolesterol lebih banyak
Asam lemak esensial lebih banyak
Asam palmitat lebih
banyak
Garam empedu lebih banyak lebih banyak membuat absorpsi lebih baik
Laktoferin, lysozime,
IgA
: melindungi bayi dari infeksi gastroenteritis, radang saluran pernafasan dan paru-paru, otitis media, dan diare
: melindungi bayi dari infeksi gastroenteritis, radang saluran pernafasan dan paru-paru, otitis media, dan diare
Mineral
Kadar Natrium lebih banyak, melindungi neonatus dari dehidrasi dan hipernatremia
Kadar Natrium lebih banyak, melindungi neonatus dari dehidrasi dan hipernatremia
50-70% besi diserap dari
ASI bila dibandingkan dari susu sapi yang hanya diserap 10-30%
ASI mengandung molekul
pengikat seng, asam pikolinik, membuat penyerapan seng lebih efisien
Rasio kalsium dan fosfor
ASI sesuai untuk mineralisasi tulang bila dibandingkan dengan susu sapi
SUKSES
ASI KARENA PERAN AYAH JUGA…..
Keberhasilan
menyusui tak hanya ditentukan faktor ibu, akan tetapi ayah juga memegang peran
penting. 98% keberhasilan menyusui terjadi karena peran ayah ASI. Mengusur anak
bukan lagi domain para ibu.
Salah
satu peran ayah ASI adalah mengganti popok anak bila memang sudah penuh. Bisa
juga mengajak anak bermain-main. Ketika waktu anak mandi atau buang air besar¸ayah
juga bisa menanganinya. Dengan begitu, ibu bisa beristirahat lebih lama.
Selain
itu, dukungan penuh suami membuat istri tidak mudah stress. Perhatian suami
saat istri menyusui sangat dibutuhkan. Ayah sebaiknya tidak membuat ibu stres
terutama saat menyusui. Disinilah peran ayah ASI.
Langganan:
Postingan (Atom)